Asah + Asih + Asuh

Setiap orang tua, pasti berharap agar ketika anak-anak mereka menikah, anak-anak mereka kelak menjadi pasangan yang saling “asah, asih, asuh”. Apa artinya?

Pertama “asah”. Kata dasar ini memiliki arti “tajam”. Sebagai contoh kalimat: pisau itu belum diasah. Ini berarti pisau itu belum dipertajam. Contoh lain adalah: ia mengasah pedangnya. Ini berarti ia mempertajam pedang. Maksud dari istilah “asah” di dalam pernikahan adalah; kedua mempelai diharapkan kelak saling “mempertajam” indra, pikiran, serta perasaan masing-masing. Jadi, setelah menikah, pasangan suami istri bisa peka dan terus belajar untuk saling menghargai dan menghormati.

Kedua “asih”. Berasal dari bahasa Sansekerta, kata “asih” memiliki arti “cinta”. Maksud dari istilah “asih” di dalam pernikahan adalah; kedua mempelai diharapkan kelak saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi.

Kedua “asuh”. Kata ini memiliki arti “jaga” atau “rawat”. Maksud dari istilah “asuh” di dalam pernikahan adalah, kedua mempelai diharapkan kelak saling menjaga dan merawat satu sama lain, baik dalam sehat ataupun sakit.

Asah, asih, dan asuh, diharapkan bisa terlaksana sepanjang masa hingga ajal memisahkan keduanya. Asah, asih, dan asuh juga diharapkan terus terjaga dalam situasi dan kondisi apapun. Nah, apakah Anda setuju dengan konsep “asah, asih, asuh” di dalam pernikahan? Bila ya, segeralah menikah! :)